Ukhuwah Bagi Aktifis Dakwah


Ukhuwah Bagi Aktifis Dakwah
Oleh : M. Sandi H.Ag
 
‘‘Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara. Karna itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkan rahmat” ( QS. Al hujarat : 10 )
Sesuatu hendaknya dikerjakan dengan perencanaan yang matang, jelas dan bermanhaj agar hasilnya baik dan benar serta bermanfaat. Apabila itu menyangkut urusan umat islam salah satunya adalah sendi-sendi ukhuwah yang patut untuk direncanakan dan diamalkan sesuai syariat Allah Swt.
Tidak bisa dipungkiri bahwa merajut benang ukhunar begitu sulit kangkala kusut bahkan bisa jadi kain ukhuwah tersebut rusak karena rajuttan yang tak berpola. Karena itu bagi para aktifis da’wah hendaklah hati-hati ketika akan mulai merajut ukhuwah. Kalau tidak hati-hati maka ukhuwah akan rusak dan polanyapun secara tidak langsung tak terpakai.
Sebelum memulai berukhuwah hendaknya aktivis dan da’wah betul-betul memperhatikan sebab-sebab hancurnya ukhuwah berikut ini. Dengan memperhatikan itu aktivis da’wah tak tersndung lagi untuk yang kedua kalinya. Dan bisa merealisasikannya dengan baik dan sesuai dengan manhaj rabbani.

Ø Suka Mencela

“ Ssstt…. Jangan bilang - bilang ya teruz terang si fulan kan ….., “ bisik seseorang
kepada yang lain menurut saya kamu lebih baik jangan akrab dengan dia deh…,, saya tau benar kejelekannya’’. perilaku seperti itu terkadang kita lakukan. Dan ini berarti kita telah menjelekan sesama saudara.

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. ( Qs : Annur : 19 )
Inilah benih- benih racun ukhuwah yang tidak kita sadari terjadi pada diri para aktivis da’wah

Ø Ragu untuk membantu keperluan saudarannya

Para aktivis da’wah sebenarnya paham bahwa ukhuwah adalah salah satu pilar terbentuknya pembangunan islam di muka bumi. Dan salah satu sisi islam ini sering di dengungkan dimimbar-mimbar masjid maupun mushallah.
Tanpa ukhuwa tak mungkin persatuan dan kesatuan dalam barisan terwujud. Karena itu, pengorbanan untuk membantu sesama saudara seiman dan seperjuangan dengan harta dan jiwa patut di lakukan.
 Memang berjuang dan berkorban dengan jiwa dan perasaan lebih mudah dilakukan. Kadang kita terhenyu dengan musibah yang menimpa saudara kita seiman ketika meninggal karena tenggelam, misalnya. Tapi, berjuang membantu saudara seiman dengan harta kadang kala orang lebih berfikir 2X ( Dua Kali ). Bagimana bisa memberi sementara sayapun membutuhkannya?
Inilah yang sulit dilakukan oleh aktifis dakwah. Namun , lihatlah hadits berikut ini.
“ siapa yang melapangkan kesukaran dunia pada seseorang mu’min, Allah Swt akan melapangkan baginya kesukaran hari kiamat. Dan siapa yang meringankan kemiskinan saudaranya, Allah Swt akan meringankan baginya didunia dan akhirat. Dan siapa yang menutup kejelekan orang muslim, Allah Swt akan menutupi kejelekannya dunia dan Akhirat. Allah Swt selalu menolong hamba, selama hamba itu menolong saudaranya. Dan siapa yang memberi jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju syurga. Dan tidala berkumpul suatu kaum dalam rumah Allah ( Masjid ) untuk membaca dan mempelajari kitab Allah Swt, melainkan diturunkan pada mereka ketenangan dan diliputu rahmat, dikerumini malaikat dan disebut-sebut oleh Allah Swt didepan para malaikatnya. Dan siapa yang lambat amal perbuatanya maka keturna tak dapat mempercepat derajatnya.’’ ( Hr. Bukhori – muslim )  

Ø Merajut benang ukhuwah

“ Dua orang yang saling mencintai karena mencari ridho Allah keduanya berkumpul karena Allah Swt dan berpisah pun karena –Nya pula.’’ ( Hr. Bukhori-muslim )
Hadits diatas adalah satu dari sekian banyak keutamaan ukhuwah. Namun, untuk mencapainya bukan pesoalan gampan. Banyak faktor yang memberatkan terwujudnya persyaratan-syratan ukhuwah. Sehingga yang timbul bukan persatuan yang didasarkanatas keasamaan fitrah dan qalb. Melainkan persatuaan semu karena landasan bersifat duniawi.
Bagi aktifis da’wah, tentunya didasari bahwa ukhuwah yang langgeng harus berlandaskan akidah yang shahih. Beberapa langkah berikut kiranya menjadi acuan dalam menjalin ukhuwah.
Ø Berukhuwah berdasarkan akidah islam
Prinsip utama ukhuwah islamiya adalah aqidah islam. Inilah satu-satunya ikatan muslim dimanapun mereka berada, apapun suku bangsanya, bila telah memilki aqidah islam shahih, mereka bersaudara dan bersatu padu, bahu membahu menegakan kalimat Allah Swt di muka bumi.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. ( Qs. Ali imran : 103 )

Islam tidak membeda-bedakan antara orang arab dan orang azam ( selain Arab ) karena mereka adalah bersaudara berdasarkan aqidah islam.

Rasulullah Saw Bersabda :

  Hai manusia, sesungguhnya rabbmu satu dan bapak kalian pun satu. Tidak ada keutamaan orang arab atas orang A’zam atas orang arab. Tidak ada keutamaan orang kulit hitam atas orang kulit merah atas orang kulit hitam, kecuali taqwannya .’’ ( Hr. Ahmad )
Ø Menutupi Aib Saudaranya
Aib saudaranya seiman adalah aib kita juga. Maka sudah selayaknya ditutupi. Allah Swt. Menutupi kejelekan seorang muslim yang selalu menjaga aib saudranya. Dari abu hurairah ra.,
Rasulullah Saw bersabda :
” Tiada seorang yang menutupi aib orang lain dunia melainkan Allah Swt. Akan tetapi kejelekanya dihari kiamat.’’ ( Hr. muslim ).

Bahkan kepada orang yang jelas-jelas berbuat maksiat, kita tidak boleh menyakitkan simuslim.namun demikian, hukuman tetap di timpahkan atas orang tersebut ukhuwah tetap berjalan walau orang tersebut sebelumnya bermaksiat.
Abu hurairah berkata dihadapan Nabi Saw : seseorang yang tertangkap basah minum khamr, maka Nabi Saw bersabda : “ pukulah orang itu ! ’’
Abu hurairah berkata : “ Maka diantara kami ada yang memukulnya dengan sandal,baju, dan kepala tangan. Dan ketiak orang itu telah berjalan, ada orang berkata, “ Semoga Allah Swt Mengingatkan kamu.’’ Berkata demikian, jangan kalian membantu setan,’’ ( Hr. bukhari ).

Postingan populer dari blog ini

Jika Haid Itu Datang

Apa hukum menagih hutang ?

tafsir Surah Al Ikhlas